pada jaman rosul, beliau bisa menampung berbagaai macam kepribadian,potensi menjadi sinergi yang luar biasa, dari tipikal artis yaitu musab bin umair yang tampangnya cute ga ketulungan,abdurrahman bin auf, yang tajir kayanya bak mata air tak pernah kering, yang gaya macho,maskulin khalid sang satria gagah berani atau,hassan bin ruwahah, sang penyair melankolis yang lidahnya lebih menghanyutkan dari samudra, lebih tajam dari pedang, dan masih buaaanyak lagi yang lainnya dari generasi emas Rosululloh,mereka bagai bintang gemintang di galaksi yang masing masing memancrkan sinar terang dan Rosu;lulloh adalah mataharinya. dan begitulah islam, Alloh menjadikan agama ini sebagai oase tuk siapa saja yang dahaga terhadap kebahagiaan hakiki dunia dan akherat,maka siapapun bahkan apapun dari maklhuk Alloh, berbahagia dengan syariat ini, maka kata Rosululloh, semua umatnya masuk surga, kecuali siapa?illa man huwa aba, wa man huwa aba? siapa yang disebut orang yang enggan itu ? yaitu yang tidaka mau mematuhi Rosululloh, yaitu senantiasa melanggar agama islam itu. bayangpun? Lanjutkan membaca ‘Isti’ab’
Kita Bagian dari Masalah (Untuk Bumi)
•Juni 21, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarMinggu pagi biasanya saya duduk didepan tifi dan bersiap-siap nonton lensa olahraga, sebuah acara berita olah raga yang meliput hasil-hasil pertandingan sepakbola dan lain-lain. Saya memilih nonton acara tersebut karena malas nonton sepak bola yang jam tayangnya larut, jadi saya lebih seneng nonton beritanya saja, apalagi ditempat saya bekerja teman-teman maniak ngomongin sepak bola, dari pada gak nyambung kalo ngomong yaaah……….., saat saya menyalakan tifi seorang presenter berita sedang membacakan berita tentang kenaikan BBM, “ooo rupanya lensa olah raga belum dimulai” pikir saya, ya udah saya jalan dan bersiap membuat teh anget karena saya tidak terlalu peduli dengan berita yang disampaikan, toh naik gak naik saya tetap (terpaksa) BBM beli juga, sejenak saya mendengarkan dari jauh berita yang disampaikan sambil lalu. Sekilas saya menangkap berita tentang seorang penjual bensin yang gantung diri (sampai mati tentunya) karena alasan ekonomi. Lanjutkan membaca ‘Kita Bagian dari Masalah (Untuk Bumi)’
SALAM, Sekolah Alternatif???!!!
•Juni 21, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarMungkin kata SALAM tidak asing ditelinga pembaca. Salam sering di ucapkan ketika membuka atau menutup acara. Ataupun ketika kita tidak bertemu dengan teman, kita sering mengucapakan ”salam yo buat….”. Namun salam disini yang dimaksud bukan itu. Tapi SALAM adalah Sanggar Anak Alam, yang dikelola oleh Ibu Wahyaningsih dengan masyarakat sekitar di daerah Nitiprayan, Bantul, yang dikemas dalam suatu metode pendidikan seperti sekolah pada umumnya, namun dengan perbedaan-perbedaan tertentu.
Salah satu hal yang menarik adalah metode pembelajaran yang digunakan berbeda dengan kurikulum yang digunakan oleh pemerintah dan mengenalkan anak-anak untuk dekat dengan alam. SALAM berupaya untuk membangun anak-anak yang berpikir kritis dengan kesederhanaan, dan pastinya juga seperti namanya, Sanggar Anak Alam, SALAM juga berusaha mendekatkan/ mengenalkan anak dengan dengan lingkungan sekitarnya, yaitu alam. Lanjutkan membaca ‘SALAM, Sekolah Alternatif???!!!’
Rasisme dan Kita
•Juni 20, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentardalam pengertian dari diskriminasi yang lebih sempit, rasisme merupakan teror diskriminasi yang paling membahayakan. rasisme adalah pembedaan ras (biasanya yang menjadi korban adalah orang2 kulit barwarna oleh kaum barat yang berkulit putih) yang menjurus kepada perlakuan2 kasar atau minimal merendahkan. sebagai contoh di Lanjutkan membaca ‘Rasisme dan Kita’
Kapitalisme Pendidikan
•Juni 20, 2008 • Tinggalkan sebuah KomentarGelombang kapitalisme seperti air bah yang ga mungkin dihalau, seperti kanker yang menggerogoti setiap inci kehidupan kita, kapitalisme yang benihnya adalah materialisme kian menggurita. Kita yang hidup di negara berkembangpun tak luput dari kapitalisasi, yang hakikat dari kapitalisme adalah imperalisme sebuah cara sistematis untuk menguasai, menjajah dan memperbudak manusia lain yang lebih lemah, bahkan merampok dengan cara yang kejam dan licik, karena semua harta kekayaan di hisap sampai tak tersisa ampasnya. Wah ndak usah pusing! Sebenarnya seperti apa sih kapitalisme itu? Gampangannya adalah siapa yang paling banyak uangnya dialah yang paling berkuasa, contohnya? Amerika adalah penyumbang dana terbesar PBB, jadi yang mbayarin listrik, mbangun kantor dsb ya amerika, makanya dia paling berhak menentukan segala macem peraturan internasional entah dalam bidang politik, ekonomi, pendidikan dan apapun mengenai kebutuhan hidup jaman sekarang. Trus apa hubungannya dengan pendidikan kita? lho jangan salah, kapitalisme juga sangat bermain disitu, meski kapitalis di sini bisa kita bedakan menjadi kapitalis asing dan kapitalis domestik. Akan tetapi mereka adalah seperti kerbau dan burung pemakan kutu di punggung sang kerbau, alias saling menguntungkan. Kapitalis lokal adalah burung sang pemakan kutu, sedangkan kapitalis internasional adalah kerbau yang tidak mau diganggu oleh siapapun kalau dia sedang makan. PBB (penindas bangsa-bangsa) menetapkan standart produk eksport yang sangat ketat, yang sementara ini ga mungkin negara-negara berkembang memenuhi st a ndart tersebut,maka kemudian pendidikanlah sebagai pencetak tenaga-tenaga ahli perlu meningkatkan kualitas kurikulum yang sekarang disebut berbasis kompetensi,yang senyatanya itu tidak luput dari kapitalisasi pendidikan. Lanjutkan membaca ‘Kapitalisme Pendidikan’
