Isti’ab
pada jaman rosul, beliau bisa menampung berbagaai macam kepribadian,potensi menjadi sinergi yang luar biasa, dari tipikal artis yaitu musab bin umair yang tampangnya cute ga ketulungan,abdurrahman bin auf, yang tajir kayanya bak mata air tak pernah kering, yang gaya macho,maskulin khalid sang satria gagah berani atau,hassan bin ruwahah, sang penyair melankolis yang lidahnya lebih menghanyutkan dari samudra, lebih tajam dari pedang, dan masih buaaanyak lagi yang lainnya dari generasi emas Rosululloh,mereka bagai bintang gemintang di galaksi yang masing masing memancrkan sinar terang dan Rosu;lulloh adalah mataharinya. dan begitulah islam, Alloh menjadikan agama ini sebagai oase tuk siapa saja yang dahaga terhadap kebahagiaan hakiki dunia dan akherat,maka siapapun bahkan apapun dari maklhuk Alloh, berbahagia dengan syariat ini, maka kata Rosululloh, semua umatnya masuk surga, kecuali siapa?illa man huwa aba, wa man huwa aba? siapa yang disebut orang yang enggan itu ? yaitu yang tidaka mau mematuhi Rosululloh, yaitu senantiasa melanggar agama islam itu. bayangpun? jaman rosululohsemua orang tertampung,terlindungi hak-haknya, hartanya,darahnya, bahkan harga dirinya, tidak hanya orang muslimin, tapi juga orang kafir bahkan para kriminal.orang kaya,orang miskin, orang besar, orang kecil,orang ycng pandai atau orang badui yang kencing di masjid saja terlindungi hak-haknya.Suuuingkatnya daya tampuing islam yang Rosululloh contohkan ketika itu luuuuar biasa bueesar, bahkan nyamuk dan semutpun nyaman dalam naungan Islam, termasuk musuh mush Islam kala itu dari bangsa quraisy,yahudi dan nasrani romawi atau majusi persi memerangi islam bukan karena pribadi Rosul, ataupun ragu terhadap islam, tapi kenapa harus ada alhaq yangmengancam eksisitensi kebathilan mereka.what about us right now,haihaata haihaata, wuih sungguh sungguh jauh. al islamu mahjuubun bilmuslimin, islam rusak, kalah justru kareena orangnya, istilah ustasz Rahmat Abdulloh, umat islam itu seperti mengensarai mobil reot tapi remya pakem, orang kafir mobilnya bagus tapi remnya blong.sekarang mengenaiKITA para remaja islam? REMAJA MASJID NURUL HUDA?sebagai ma’mum jamaah apakah diri kalian telah mengikatkan diri dalam shof bersama sama gapai cinta ALLOH agar hidup kita bahagia dunia akherat, di belakang Seorang imam yang amanah?juga bagi para pengurus, sudahkah isti’ab di perbesar?bagaimana cara kita agar daya tampung dakwah kita menjadi besar?seorang pembicara dan orator bisa mengumpulkan 100 orang karena gaya bicaranya yang memukau, kemudian seorang murobby( pendidik), bisa memecayhnya menjadi kelompok kelompok kecil, untuk dididik dan di pelihara tubuh berkembang menjadi pribadi matang, kemudian seorang super visor, ketua renuha melibatkan mereka dalam kerja-kerja dakwah ekspansi agar bertambah jamaah.tentu kalau kita mawas diri, mengevaluasi diri kita sendiri,baik kita sebagai jamaah, atau pengurus dan mas’ul(pemimpin), kita begitu buaaaanyak kekurangannya,yang sebagi ma’mum menganggap kebutuhan mereka tidak terakomodasi, entah pengajia kurang menarik, materinya terlalu berat, pembicaranya cuma tukang nyindir, gue kan masih pacaran dsb, pengurusnya juga menganggap me’mumnya aja yang susahnya minta amplop kalo untuk sdisuruh berangkat pengajian.Trus gimana dong?apa kita akhiri cinta kita bersama ini, karena kita dah ga sejalan? ga se iya dan setidak?trus jamah remaja ga usah berangkat pengajian sekalian?juga pengurusnya udah ah kita ubah pengajian kita itu untuk yang benar-benar suuueriuuus?hingga orang orang yang mau aja dah yang ikut?alangkah baiknya kalau kita melihat kekurangan kita masing-masing, emang sihpara pengurusnya belum seramah Rosul, belum se care beliau, peka dan tanggap masalah, belum bisa membantu kita nyelesaiin kesulita-kesulitan kita-kita, apalagi nggarapin PR-PR kita huaha.ha.artinya belum bisa pengurus dan ketua RENUHA bikin kita kalo ga berangkat pengajian itu jadi rindu berat, mriang dan ga doyan makan,tapi bagaimanapun juga kita ga boleh menyerah dalam ego kita yang di peras habis dalam studi kita, pekerjaan kita, kesenangan-kesenangan kita, bahkan dalam ketiada apa-apaan kita,artinya kita ga punya kesibukan apapun tapi tetap saja malas ngaji,ga masalah apakah kita masih pacaran,sholat belum genap(karena emang sholat wajib Ganjil), atau kita belum bisa baca Quran atau entah apapun,kita harus TETAP NGAJI, kenapa???karena disamping untuk kebaikan kita ,juga untuk memberikan support bagi para pengurus, karena satu sisi kecenderungan manusia itu suka kalao temannya banyak, atau seruannya merasa diterima, toh kalomereka lesu,itu juga berdampak pada kita,contonya mas……?yang baru sibuk ngurusi……? ,kita kan jadi merasa sepi dan kering akan cinta?.bagi pengurus perbesar isti’ab(daya tampung)dengan kompetensi, yaitu mengasah kemampuan kita agar lebih baik,rajin silaturrahim,ngemong juga tidak lupa banyak berdoa untuk ampunan bagi saudara2 kita,hidup mereka sejahtera,dan barokah.REMAJA MASJID NURUL HUDA, BERSATULAH, GANYANG NABI PALSU…….????????maksudnya kalo ga ikut pengajian nanti malah kepleset ikut nabi palsu..yang penderitaanya QIYADAHTARA di dunia dan akherat.Wis…iki terakhir tenan mergane nganti judeg piye men remaja semangat, kok ketok lesu ……….

Tinggalkan Balasan